makalah Ganesha


BAB I
LATAR BELAKANG
           
Museum Sonobudoyo merupakan sebuah museum yang berdiri di tanah bekas “Shouten”, yaitu tanah hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII ditandai dngan sengkalan “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi.Museum ini didirikan pada tahun 1913 dan diresmikan pada Rabu wage tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala “Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6  Nopember 1935 tahun Masehi. Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran). Namun, di zaman Kemerdekaan, museum ini dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, pada akhir tahun 1974, Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat/Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
            Museum Sonobudoyo merupakan museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional di Jakarta yang memuat koleksi kesenian dan kebudayaan. Museum Sonobudoyo bersifat umum karena memuat sekitar 10 jenis koleksi museum dengan kategori sebagai berikut : Teknologi, Geologi, Seni Rupa, Biologi, Keramologi, Etnografi, Filologika, Arkeologi, Numismatika dan Historika.
Koleksi yang lengkap menjadi salah satu alasan saya memilih Museum ini untuk dikunjungi dan untuk meneliti lebih dalam tentang koleksi-koleksi yang dimiliki museum tersebut. Selain itu, tempat yang strategis, harga tiket yang terjangkau, dan fasilitas yang memadai membuat saya tertarik untuk mengunjungi  tempat ini.
Dalam museum Sonobudoyo, terdapat sebuah koleksi peninggalan-peninggalan agama Hindu. Salah satu peninggalan Hindu, yaitu Arca Ganesha. Objek ini sangat menarik untuk diteliti lebih dalam, karena dalam pengarcaan Ganesha sangat variatif. Arca Ganesha yang ditemukan ada yang duduk, berdiri dengan 2 kaki, berdiri dengan 1 kaki, menunggang tikus,salah satu gading yang patah, dan ada juga yang menggambarkannya dengan kedua gading yang utuh. Selain itu, patung-patung Ganesha sangat diminati oleh konsumen lokal maupun internasional. Mereka bahkan rela membayar mahal hanya untuk membeli patung Ganesha. Dalam simbol Ganesha juga terdapat makna-makna filosofis yang sangat menarik untuk diteliti.

Sejarah dan simbol-simbol yang ada pada lambang Ganesha menyimpan nilai-nilai kehidupan yang dapat kita terapkan dalam hidup bermasyarakat. Lambang Ganesha juga mempunyai bentuk yang sangat artistik. Itu mengapa saya mengangkat Ganesha sebagai objek kajian untuk diteliti lebih dalam. Dalam meneliti objek kajian ini, saya menggunakan pendekatan Deep Culture. Deep Culture merupakan budaya tinggi yang mana dalam pengkajiannya meneliti nilai-nilai yang menjadi dasar suatu kebudayaan.

BAB II
PENGENALAN OBJEK KAJIAN
           
Ganesha merupakan icon Hindu yang digambarkan dengan manusia berkepala gajah, perut buncit, gading kanan yang patah, tangan kiri membawa cawan dan belalai yang seolah-olah menghisap isi cawan tersebut. Dalam agama Hindu, Ganesha merupakan Dewa yang terkenal selain Dewa-dewa Trimurti, yakni Dewa Brahma (Dewa pencipta alam semesta), Dewa Wisnu (Dewa pemelihara alam semesta), dan Dewa Siwa (Dewa pelebur alam semesta). Di Indonesia banyak ditemukan arca Ganesha. Ada yang berhiasan sederhana, ada juga yang kelihatan megah. Hal ini dipengaruhi oleh ketrampilan seniman pembuat arca dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar. Gambar di samping merupakan arca Ganesha di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta ini ditemukan pada 1980 di Sinden II, Selomartani, Kalasan, Sleman, dan diperkirakan berasal dari abad VIII – IX M.
            Ganesha merupakan anak dari Dewa Siwa. Ia dipercaya sebagai Dewa ilmu pengetahuan dan kecerdasan, Dewa pelindung, Dewa Penolak bala/bencana, dan Dewa kebijaksanaan. Ganesha juga dikenal dengan nama Winayaka, Ekadanta (Bergading satu), Lambodara(Berperut buncit),Vighneswara (Penghalang Bala/bencana), Heramba(bertangan delapan), dan Pilleyar. Dalam dunia pewayangan, ia disebutBhatara Gana (pemimpin para Gana). Ganesha sangat populer dan banyak pemujanya terutama dari Sekte Ganapatya. Ganapati adalah nama lain Ganesha dalam kedudukannya sebagai pemimpin para Gana. Gana adalah makhluk kahyangan yang termasuk dalam kelompok pariwara kecil yang bertugas sebagai pasukan Dewa Siwa.
            Sebagai salah satu dewa terkemuka dan banyak pemujanya, Ganesha banyak dikupas sejumlah sumber. Versi yang paling terkenal terdapat dalam kitab Smaradahana. Dikisahkan, suatu ketika Kadewataan akan diserang oleh para raksasa dengan dipimpin oleh Nila Rudraka. Karena para Dewa tidak mampu menghadapi para raksasa itu, mereka sepakat untuk meminta bantuan Dewa Siwa yang tengah bertapa. Setelah berunding, mereka menunjuk Dewa Kamajaya untuk membangunkan Dewa Siwa dari pertapaannya.
            Dewa Kamajaya berangkat ke pertapaan Dewa Siwa, namun ternyata Dewa Siwa sulit dibangunkan dari pertapaannya. Dewa Kamajaya berusaha membangunkan Dewa Siwa dengan melepaskan Panah Bunga (kekuatan batin yang ditujukan pada seseorang agar tercium aroma bunga), tapi usaha itu gagal. Dengan terpaksa, Dewa Kamajaya mengeluarkan senjatanya, yakni Panah Pancavisaya.Senjata ini terkenal sangat ampuh membangunkan birahi dan rasa rindu. Setelah terkena panah itu, Dewa Siwa pulang karena merasa sangat rindu kepada istrinya, Dewi Uma, yang ada di Kadewataan. Dewi Uma hamil. Suatu ketika, para Dewa menghadap Dewa Siwa untuk mengabarkan bahwa tentara Nila Nudraka telah mendekati Kadewataan. Diantara para Dewa itu terdapat Dewa Indra yang menaikiGajah Airavata yang gagah dan super besar. Tanpa disangka, Dewi Uma yang sedang hamil tua sangat ketakutan melihat gajah itu sehingga dia jatuh pingsan.
            Hari kelahiran telah tiba. Dewi Uma melahirkan seorang anak berkepala gajah tepat seperti ucapan Dewa Siwa. Anak itu diberi nama Ganesha, dengan harapan agar anak tersebut segera mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mengalahkan para raksasa yang akan menyerang Kadewataan. Ketika dilibatkan dalam peperangan, mula-mula Ganesha mengalahkan para tentara raksasa. Seluruh musuh dapat dikalahkannya dengan mudah. Setelah semua tentara mati, Ganesha berhadapan langsung dengan pimpinan para raksasa, Nila Rudraka. Perang yang dahsyat terjadi antara keduanya. Perang yang sengit membuat tubuh Ganesha semakin besar. Dalam perang itu, Nila Rudraka berhasil mematahkan salah satu gading Ganesha. Sambil memegangi patahan gadingnya, Ganesha mengeluarkan senjatanya, yaitu Parasu (Kapak Pendek). Dengan senjata itu, Ganesha mampu mengalahkan Nila Rudraka.
            Selain itu, terdapat cerita versi lain dari Dewa Ganesha. Menurut Kitab Siwa Purana, pada suatu hari Dewi Parvati, isteri Dewa Siwa, ingin mandi. Karena tidak ingin diganggu, maka dia menciptakan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ganesha. Dia berpesan kepada Ganesha agar tidak mengizinkan siapa pun masuk ke rumahnya saat Dewi Parwati mandi. Dia pun hanya boleh menuruti perintah Dewi Parwati. Pesan dan perintah tersebut dilaksanakan dengan baik oleh Ganesha.  Syah dan Dewa Siwa suami Dewi Parwati pulang dan hendak masuk ke rumahnya. Namun ia tidak dapat masuk karena dihadang oleh si anak kecil itu. Ganesha melarangnya karena dia melaksanakan perintah Dewi Parwati.
Dewa Siwa menjelaskan bahwa ia suami Dewi Parwati dan rumah yang dijaga Ganesha adalah rumahnya juga. Namun Ganesha tetap tidak mau mendengarkan perintah Dewa Siwa. Ini sesuai dengan perintah ibunya untuk tidak mendengar perintah siapapun.
Dewa Siwa kehilangan kesabarannya dan bertarung dengan Ganesha. Pertarungan amat sengit sampai akhirnya Dewa Siwa menggunakan Trisulanya dan memenggal kepala Ganesha. Saat Dewi Parwati selesai mandi, ia menemukan putranya sudah tak bernyawa. Mengetahui putranya dibunuh oleh Dewa Siwa, ia menjadi amat marah dan menuntut agar anaknya dihidupkan kembali.
Dewa Siwa tersadar akan perbuatannya dan ia menyanggupi permohonan istrinya. Dewa Siwa kemudian menemui Dewa Brahma menceritakan kejadian tersebut. Atas saran Dewa Brahma, Dewa Siwa mengutus abdinya, Gana, untuk memenggal kepala makhluk apapun yang dilihatnya pertama kali yang menghadap ke utara.
Ketika turun ke dunia, Gana mendapati seekor gajah dengan kepala menghadap utara. Saat mengetahui kepalanya akan dipenggal sang gajah melawan hingga salah satu gadingnya patah. Namun kepala gajah itu pun akhirnya dapat dipenggal dan digunakan untuk menggantikan kepala Ganesha. Akhirnya Ganesha dihidupkan kembali oleh Dewa Siwa.
Kelahiran Ganesha, menurut versi lain, dilatari oleh permintaan Indra dan para dewa, agar Siwa menciptakan tokoh yang dapat mengalahkan raksasa yang ingin menguasai tempat tinggal para dewa. Kemudian Siwa mengerahkan salah satu kekuatannya dalam ujud seorang pemuda tampan yang lahir dari rahim Parwati. Pemuda tersebut diberi nama Vighneswara (Penyingkir Rintangan). Kelak dia diperintahkan untuk mengalahkan para raksasa.
Parwati sangat bangga akan ketampanan putranya. Maka dia mengundang para dewa untuk memamerkan putranya itu. Semua dewa memandang kagum kepada Vighneswara. Kecuali Sani (Saturnus), dia tidak mau memandang Vighneswara karena membawa kutukan isterinya. Konon, apa saja yang dipandangnya akan berubah menjadi abu.
Meskipun sudah menolak, Parwati tetap meminta Sani memandang putranya. Akibatnya kepala Vighneswara hancur menjadi abu. Parwati pun sangat berduka. Kemudian Brahma menghibur Parwati dan berjanji memulihkan kepala putranya dengan makhluk pertama yang dilihatnya. Makhluk pertama yang dijumpai Brahma adalah seekor gajah.
Gambar dibawah ini menunjukkan simbol-simbol yang terdapat pada Ganesha:
            
BAB III
PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Sesuai dengan mitologi yang terdapat pada kitab Smaradahana, dalam pengarcaannya, Ganesha selalu digambarkan memegang patahan gading di salah satu tangan, dan Parasu di tangan yang lain. Dua tangan yang lain memegang Aksamala (Tasbih) dan cawan. Dengan begitu, telihat bahwa Ganesha memiliki tangan empat yang menandakan bahwa ia memiliki kemampuan lebih dari manusia biasa.
            Penganut Ganesha menganut berbagai aliran. Hal ini dapat dilihat dalam pengarcaan Ganesha yang sedikit berbeda, seperti pembuatan gadingnya. Ada yang patah gading kanan, ada yang patah gading kiri, dan ada yang keduanya utuh. Namun, yang paling sering ditemui Ganesha bergading satu (Ekadanta). Selain itu, posisi arca juga berbeda-beda. Sebagian seniman menggambarkan Ganesha dalam sikap duduk, namun ada juga yang menggambarkan dalam sikap berdiri. Hal ini pun memiliki berbagai variasi, seperti berdiri dengan kedua kaki dan berdiri di atas satu kaki. Arca Ganesha yang terlengkap dan terbesar berada di Museum Nasional di bagian gedung rca. Ada 6 arca Ganesha, 4 arca Ganesha dengan posisi duduk dan 2 arca dengan posisi berdiri.
            Sebagai Dewa ilmu pengetahuan, Ganesha selalu mengundang kekaguman para pakar Ikonografi (pengetahuan tentang seni arca kuno) karena bentuk, gaya seni, dan langgamnya yang berbeda-beda. Namun ciri utama Ganesha tetap sama, yaitu belalai yang sedang menghisap isi cawan yang dipegang oleh tangan depannya. Menurut mitologi Hindu, cawan tersebut berisi cairan ilmu pengetahuan yang tidak pernah habis walaupun dihisap secara terus menerus oleh Ganesha. Hal inilah yang diidentikkan sebagai ilmu pengetahuan yang tidak pernah habis digali dan tak pernah berhenti digarap. Mungkin, hal ini memberitahukan kepada manusia untuk terus belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya, karena ilmu tidak pernah habis seperti yang digambarkan arca Ganesha.
            Dalam pengarcaan Ganesha, ia digambarkan dengan perut buncit. Perut buncit dapat kita artikan sebagai lambang kemakmuran. Kemakmuran dapat dilihat dari tubuh yang gemuk, karena tubuh yang gemuk menggambarkan tidak kekkurangan bahan makanan. Itu mengapa, di India, Ganesha dipandang sebagai Dewa keberuntungan dan kemakmuran.
            Ganesha juga dipuja sebagai Dewa penyingkir segala rintangan, baik gangguan gaib maupun gangguan fisik. Arca Ganesha yang ada di Yogyakarta, selalu ditempatkan disebelah utara candi. Hal ini dimaksudkan agar arca tersebut menjadi pelindung agar terhindar dari bencana gunung berapi yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta.
Ganesha semakin dipuja karena dia memiliki seekor tikus yang dianggap sebagai sahabat karibnya. Sang tikus dijadikan sebagaiWahana (kendaraan/tunggangan). Hal ini dapat dilihat dari beberapa arca yang menggambarkan Ganesha menunggang tikus (Musaka).Musaka merupakan simbol keangkuhan diri. Jadi, diharapkan manusia mampu mengendalikan keangkuhan yang ada pada diri mereka. Tikus itu juga sering diartikan sebagai cerminan sifat Ganesha. Tikus dapat melewati segala rintangan di medan seperti apapun, seperti di atap rumah, sawah, bahkan selokan. Hal itu sesuai dengan sifat gajah yang mampu melewati segala rintangan dalam hidupnya. Gajah mampu menumbangkan pohon-pohon di hutan yang menghalangi jalannya dengan tubuh yang besar dan kuat. Pepohonan dapat kita diibaratkan sebagai masalah besar yang menghalangi langkah manusia menuju kesuksesan. Jadi, dapat kita ambil kesimpulan bahwa arca Ganesha mengajari kita untuk menghadapi segala permasalahan yang menghadang dengan tegar dan meraih kesuksesan yang kita inginkan.
Pada saat sekarang ini, Ganesha banyak dipakai sebagai oleh perusahaan dan lembaga-lembaga di Indonesia. Lembaga yang paling banyak memakai Ganesha sebagai icon adalah Lembaga pendidikan. Hal ini dikarenakan Ganesha yang dipercaya sebagai Dewa ilmu pengetahuan. Contohnya ITB (Institut Teknologi Bandung). Universitas ini  menggunakan Ganesha sebagai logo universitas. Di sana, Ganesha digambarkan salah satu gadingnya patah, menyandang kapak dan selendang, memegang buku, dan disalah satu tangannya memegang cawan dengan belalai yang menjuntai ke dalam cawan tersebut. Penggunaan Ganesha sebagai icon universitas mungkin dimaksudkan agar warga ITB dapat menjadi orang yang luar biasa seperti Ganesha. Gambar di samping merupakan logo ITB.
Tidak hanya ITB, logo Ganesha juga dapat kita jumpai pada Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO). Lembaga ini tidak hanya menggunakan Ganesha sebagai logo, namun ia juga menggunakan nama Ganesha sebagai nama perusahaan.Dari logo di samping sangat jelas terlihat bahwa Ganesha Operation menggunakan icon Ganesha.

Berikut merupakan sedikit contoh logo-logo perusahaan dan lembaga-lembaga yang menggunakan lambang Ganesha:
                                                                                                                    


  

Hal tersebut memperlihatkan bagaimana Ganesha sangat terkenal, bahkan banyak digunakan sebagai logo-logo perusahaan dan lembaga.  Keyakinan dan kekaguman masyarakat terhadap sosokDewa Ganesha menjadi latar belakang penggunaan Ganesha sebagai sebuah icon. Dengan memakai gambar Ganesha, mereka berharap lembaga atau perusahaan mereka dapat berjalan terus dan terhalang dari segala masalah menginggat Ganesha dipercaya sebagai Dewa Penolak bala. 


BAB IV
PENUTUP
            Sebuah kebudayaan memiliki makna filosofi yang dapat kita ambil dan pakai dalam kehidupan. Ganesha, merupakan sebuah peninggalan Hindu yang kaya akan simbol-simbol yang mengandung makna. Selain itu, dari sejarah Ganesha kita juga dapat mengambil banyak sekali pelajaran hidup. Dari keteguhan hatinya, ketabahan, serta semangatnya.
            Kekaguman masyarakat baik dari segi arsitektur maupun dari segi filosofis, membuat Ganesha sangat diminati dan membuat lambang Ganesha banyak dipakai sebagai hiasan bangunan maupun sebagai logo perusahaan dan lembaga-lembaga. Hal tersebut sangat jelas terlihat dari banyaknya perusahaan dan lembaga-lembaga yang memakai Ganesha sebagai logo maupun nama perusahaan.
            Ganesha mempunyai bentuk yang artistik. Hal ini membuat patung Ganesha sangat diminati dan laris di pasaran. Tidak hanya konsumen lokal saja yang tertarik dengan patung Ganesha, namun juga konsumen mancanegara. Hal lain yang membuat Ganesha sangat populer adalah makna-makna yang terkandung dalam simbol yang digambarkan arca Ganesha.
Meski Ganesha merupakan peninggalan ajaran Hindu, namun kita juga dapat mengambil dan menerapkan pesan yang dibawa Ganesha. Dengan catatan, pesan yang dibawa merupakan pesan yang baik dan tidak menyimpang dari norma yang ada. dengan begitu. Satu hal lagi yang harus digarisbawahi. Dalam memaknai simbol Ganesha, jangan sampai menyalahartikan makna yang ada.

DAFTAR PUSTAKA
http://bimadana.blogspot.com/ Pada 1 Januari 2015
http://antopinguin.blogspot.com/ Pada 1 Januari 2015
http://www.spiritual-bali.hol.es/ Pada 2 Januari 2015
http://murahantik.blogspot.com Pada 2 Januari 2015
http://soniibrol.blogspot.com Pada 2 Januari 2015
http://www.sonobudoyo.com/ Pada 7 Januari 2015

http://www.njogja.co.id/ Pada 7 Januari 2015


Artikel Perubahan Sosial


Android. Lawan atau Kawan?
Rini Ambar Prastiwi
14210141032
Bahasa dan Sastra Indonesia A, FBS, UNY
Abstrak
            Teknologi tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang. Manusia terus bersaing menciptakan teknologi baru untuk membantu kehidupan manusia. Android merupakan salah satu produk dari perkembangan teknologi. Dengan android, informasi semakin mudah didapatkan meskipun terbentang jarak dan waktu. Hal inilah yang menyebabkan manusia semakin kecanduan akan teknologi yang sangat memudahkan pekerjaan. Sekarang ini, tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, pekerjaan yang kita kehendaki dapat terlaksana. Mengirim email misalnya. Dulu sebelum ada Android, mengirim email harus melalui komputer atau laptop, namun sekarang dapat mengirim email dengan mudah menggunakan Android.
            Kemajuan teknologi memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan manusia. Tidak hanya dampak pada kebudayaan saja, namun juga pada nilai-nilai yang ada di masyarakat. Apalagi pada masyarakat dengan budaya ketimuran seperti Indonesia, dampak teknologi sangat jelas terlihat. Adat ketimuran yang dianut Indonesia, sekarang mulai luntur dan diganti dengan adat bangsa barat. Perubahan budaya ini akan sangat mempengaruhi generasi penerus bangsa. Jika tidak ada pemilahan budaya dan hanya asal mengambil budaya orang barat, niscaya Indonesia akan semakin mengalami kemunduran.
            Dampak positif dan negatif selalu menyertai dalam setiap perubahan yang ada. Seperti yang telah diuraikan di atas. Itu merupakan sedikit gambaran tentang pengaruh android dalam kehidupan masyarakat. Masih banyak dampak-dampak lain akibat adanya android yang semakin merebak tanpa memperhatikan jenis kelamin, status, maupun umur. Namun, semua itu, kembali pada individu masing-masing. Bagaimana setiap individu menyikapi teknologi ini, itulah yang terpenting. Setiap tindakan harus kita perhitungkan manfaat dan mudaratnya, agar kita tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengantar
            Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan hampa tanpa adanya komunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antarmanusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Untuk itu dibutuhkan teknologi informasi yang dapat memudahkan hubungan komunikasi antarmanusia. Android diciptakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi manusia. Harga Android yang bervariasi menjadikannya dapat dipakai oleh semua kalangan. Jadi, tidak heran jika saat sekarang ini, hampir semua orang memakai Android tanpa mengenal gender, status, maupun umur. 
Teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan, menggingat manusia merupakan makhluk sosial dan sangat membutuhkan komunikasi dengan orang lain. Android diciptakan untuk memudahkan komunikasi antarindividu yang berada pada tempat yang berbeda. Banyak alasan yang mendorong masyarakat memakai android, salah satunya karena banyak orang yang membutuhkan aktifitas online dan mobile sepanjang waktu. Salah satu kelebihan Android yang paling mencolok adalah dapat menunjang aktifitas internet. Meskipun ponsel lain seperti iPhone, Blackberry dan WM bisa melakukan hal yang sama, namun masyarakat lebih merasakan manfaat yang optimal dari ponsel Android.
            Android merupakan alat komunikasi yang paling lengkap pada saat ini. Dengan segala aplikasi dan fitur yang disediakan, membuat kita tertarik untuk memakai Android. Namun hal ini pula yang membuat masyarakat semakin jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan lebih asyik dengan aplikasi-aplikasi yang disediakan oleh Android. Hal ini yang menyebabkan perubahan-perubahan budaya dalam masyarakat sekarang ini. Interaksi yang seharusnya dilakukan secara langsung, kini telah berganti via media sosial. Dampak yang ditimbulkan sangat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat.
                       

Pembahasan
            Saat ini, jutaan anak dan remaja masuk era digital. Hal ini dapat terlihat dari ramainya media sosial dan juga penggunaan ponsel-ponsel dengan teknologi canggih, seperti Android. Android sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat yang paling umum sebagai alat komunikasi. Walaupun terpisahkan oleh jarak, kita dapat terhubung dengan orang-orang yang kita inginkan menggunakan alat ini. Tidak hanya dalam negeri saja, namun juga berhubungan dengan orang-orang luar negeri dengan menggunakan fitur-fitur yang telah disediakan oleh Android. Selain itu banyak manfaat lain yang bisa kita dapat, seperti: memudahkan urusan bisnis, mendapatkan informasi dengan cepat, melakukan transaksi dengan instant, juga dapat menumbuhkembangkan kreatifitas anak.
            Dalam setiap perubahan, pasti ada akibat yang mengiringinya. Salah satunya, yaitu perubahan budaya. Indonesia yang menganut adat ketimuran kini telah beralih menuju adat yang kebarat-baratan (westernisasi). Android merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial ini. Salah satu akibat yang ditimbulkan dari perubahan sosial ini adalah modernisasi. Modernisasi merupakan transformasi masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Perubahan yang diakibatkan dari Android dapat kita golongkan ke dalam perubahan yang besar. Karena perubahan ini dirasakan oleh banyak manusia. Selain itu, adanya Android telah mengubah pola kehidupan masyarakat.
Dulu sebelum ada Android, transaksi Bank harus dilakukan melalui Bank atau melalui mesin ATM, namun sekarang tidak lagi. Aktifitas perbankan, dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Transfer uang atau membayar tagihan-tagihan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang ada di Android. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap sikap dan kebudayaan masyarakat. Saat aktifitas perbankan masih dilakukan melalui Bank, secara tidak langsung mengajari individu untuk mengantre. Namun, ketika dunia perbankan sudah bisa dilakukan secara online menggunakan Android, budaya antre itu mulai luntur. Orang zaman sekarang, kebanyakan tidak sabar apabila harus mengantri, karena mereka terbiasa melakukan apapun secara instant. Padahal, mengantre merupakan salah satu budaya timur yang dianut masyarakat Indonesia.  
Interaksi secara langsung kini mulai luntur dari kehidupan masyarakat karena mereka lebih asyik dengan Android. Sehingga, sosialisasi yang seharusnya didapatkan individu dari lingkungan masyarakatnya, kini tidak mereka dapatkan. Anak-anak muda sekarang ini mulai mengalami kesulitan bergaul dengan masyarakat sekitar karena kurangnya interaksi. Budaya gotong-royong secara tidak langsung mulai punah. Rasa kekeluargaan antar penduduk pun kini mulai terkikis.
Kebudayaan-kebudayaan di Indonesia mulai tertindih dengan budaya barat. Upacara-upacara adat sekarang ini jarang ditemukan karena masyarakat mulai berubah ke masyarakat modern. Mereka mulai acuh terhadap lingkungan sekitar, terkadang mereka sampai tidak kenal dengan tetangga sendiri. Hal ini menunjukkan kurangnya interaksi antar individu. Mereka telah larut dalam teknologi, salah satunya Android, dengan segala layanan dan aplikasi yang disediakan. Media sosial, fasilitas internet, hingga game yang membuat anak-anak bahkan remaja enggan melepas Android mereka.
Fasilitas yang disediakan Android dapat menyebabkan perubahan kebudayaan yang dapat kita lihat dari cara berkomunikasi yang dulunya dilakukan secara langsung telah berganti menggunakan media sosial. Cara berpakaian yang dulunya masih memperhatikan kebudayaan ketimuran telah berubah condong ke budaya barat, karena fasilitas internet yang memudahkan individu mengetahui mode pakaian yang sedang berkembang. Gaya hidup boros karena adanya online shop. Pola kehidupan yang tadinya dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Hilangnya permainan tradisional karena begitu banyak game yang dapat dimainkan menggunakan Android. Dan yang tidak kalah penting adalah penggunaan bahasa daerah yang semakin pudar akibat kurangnya interaksi dengan masyarakat sekitar.
Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh Android tergolong perubahan evolusi. Secara bertahap, Android masuk dalam kehidupan masyarakat dan akhirnya akan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu, dampak-dampak yang ditimbulkan juga ikut masuk dalam masyarakat yang dalam perkembangannya akan membuat perubahan sosial dalam masyarakat. Perubahan yang diakibatkan Android merupakan perubahan yang tidak direncanakan. Perubahan ini terjadi dengan sendirinya seirang berkembangan teknologi komunikasi. Android hanya merupakan sebuah alat komunikasi yang membawa perubahan secara tidak sengaja.

Kesimpulan
                        Manusia selama hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan dalam bidang apapun. Perubahan dapat berupa perubahan yang mengarah pada hal yang positif dan ada juga perubahan yang mengarah pada hal yang negatif. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat berupa perubahan nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola perilaku, interaksi sosial dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam perubahan sosial budaya yang di alami masyarakat. Android merupakan wujud nyata dari sebuah perkembangan teknologi informasi yang membawa perubahan dalam masyarakat.
            Android merupakan suatu alat yang sangat membantu dalam kehidupan kita. Sangat banyak manfaat dan kegunaan alat ini yang dapat kita nikmati. Semua yang kita butuhkan telah tersedia dalam Android. Apalagi dalam hal informasi dan komunikasi. Dalam kehidupan kita tentunya membutuhkan berkomunikasi dengan orang lain, karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Android dapat menghubungkan kita dengan orang lain meski terpisahkan jarak. Sehingga, kita dapat berkomunikasi dengan mudah.
            Meski Android menyediakan berbagai kemudahan, namun dalam penggunaannya, kita juga harus memikirkan akibat-akibat negatif yang dapat ditimbulkan, seperti rasa malas, kurangnya interaksi dengan dunia luar secara langsung, gaya hidup boros dan lain sebagainya. Dalam lingkup yang lebih luas, Android dapat membawa perubahan budaya secara nasional. Untuk itu, kita perlu memikirkan ulang apa sesungguhnya fungsi dan kegunaan Android. Hal tersebut dimaksudkan agar kita tidak terkena dampak negatif yang diakibatkan alat komunikasi ini.
           
Daftar Pustaka


Sastra

Wujud Karya Sastra
            Sastra tidak pernah jauh dari kehidupan kita. Dia begitu dekat dengan nafas kita sehari-hari, karena cerita yang diangkat tidak pernah jauh dari kehidupan masyarakat. Novel, cerpen, dan puisi merupakan wujud karya sastra yang tertulis dan dapat dinikmati sebagai pelipur maupun sebagai petunjuk hidup, sesuai fungsi karya sastra. Novel dan cerpen merupakan karya sastra yang berbentuk naratif. Yang dimaksud dengan teks naratif ialah semua teks-teks yang tidak bersifat dialog dan yang isinya merupakan suatu kisah sejarah, dan deretan peristiwa. Bersamaan dengan kisah dan deretan peristiwa itu hadir cerita (Luxemburg, 1984). Sedangkan puisi ialah teks-teks monolog yang isinya tidak pertama-tama merupakan sebuah alur. Selain itu, teks puisi bercirikan penyajian tipografik tertentu (Luxemburg, 1984).
Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa perbedaan novel, cerpen, dan puisi dapat dilihat dari segi tipografinya. Novel merupakan karya naratif yang berbentuk buku. Isi dari novel hampir sama dengan cerpen, yakni berupa cerita imajinatif. Namun dalam novel, cerita itu memiliki konflik yang lebih dari satu dan mengungkapkan aspek-aspek kemanusiaan yang lebih mendalam. Sedangkan cerpen merupakan cerita imajinatif yang  menceritakan satu peristiwa dan hanya memiliki satu konflik, sehingga cerpen biasanya berupa lembaran. Namun, tidak jarang cerpen dibukukan ke dalam sebuah antologi cerpen. Berbeda dengan novel dan cerpen, puisi sangat mencolok dengan penampilan tipografinya. Puisi biasanya berbentuk larik-larik (bait) yang tidak memenuhi semua sisi halaman. Tipografi yang mencolok dapat kita lihat dari kutipan puisi berikut:
Tuhanku
Berdekatkankah kita
Sedang rasa teramat jauh
Tapi berjauhankah kita
Sedang rasa begini dekat
Seperti langit dan warna biru
Seperti sepi menyeru
....
                        (Emha Ainun Nadjib,”5”,99 untuk Tuhan,1983)
            Dari kutipan tersebut, sangat jelas terlihat tipografi puisi yang sangat jauh berbeda dari tipografi cerita naratif, yakni novel dan cerpen. Namun terkadang ada beberapa puisi yang dibuat berbentuk naratif. Hal ini bisa saja terjadi, karena puisi pada zaman sekarang ini tidak lagi terikat oleh aturan. Puisi dibuat sesuai keinginan penyair.  Pada saat sekarang ini pembuatan puisi memberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya kepada penyair untuk berkreasi. Tidak seperti puisi pada zaman dahulu yang masih terikat oleh aturan-aturan yang harus ditaati.
Karya sastra bukan hanya sekedar cerita fiktif untuk menghibur para pembaca atau hanya sekedar rangkaian kata-kata yang dibuat tanpa tujuan. Dalam karya sastra selalu terdapat pelajaran hidup, tersurat maupun tidak tersurat. Dalam pembuatan novel, kisah yang diangkat tidak pernah jauh dari kehidupan masyarakat, sehingga pesan-pesan moral dan pelajaran hidup yang disisipkan ke dalam sebuah novel, dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Saat membaca novel, bisa juga dibilang bahwa kita sedang belajar sebuah kebudayaan. Karena dalam pembuatan novel, secara sadar atau tidak, pengarang telah membawa suatu kebudayaan ke dalam karangannya. Novel “Layar Terkembang” karya Sutan Takdir Alisjahbana misalnya. Novel ini sangat kental dengan kebudayaan daerah asal pengarangnya, yakni kebudayaan Minangkabau. Novel “Layar Terkembang” menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Minangkabau pada zaman dahulu yang masih kaku dengan segala peraturan adat Minangkabau. Contoh lain dapat kita temukan pada novel “Nyoman Sulastri” karya Gerson Poyk. Novel ini juga sangat kental akan adat Bali. Dengan mengenal kebudayaan-kebudayaan Indonesia, diharapkan generasi bangsa dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada.
Tidak hanya itu saja, novel juga digunakan sebagai pencatat sejarah oleh beberapa penulis. Seperti yang telah dilakukan oleh Ratna Indraswari Ibrahim dalam novelnya “1998”. Novel ini menceritakan keadaan Indonesia pada tahun 1998 yang ramai akan unjuk rasa, menuntut Soeharto turun dari jabatan presidennya. Tahun 1998 merupakan tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tahun itu, pemerintahan orde baru yang otoriter runtuh dengan ditandainya lengsernya Soeharto. Pada tahun itu, juga terdapat peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti yang sampai saat ini dikenal sebagai tragedi Trisakti dan masih diperingati hingga sekarang. Semua peristiwa itu dituliskan ke dalam sebuah novel oleh Ratna Indraswari Ibrahim. Contoh lain dapat kita lihat dalam novel “Hulubalang Raja”. Novel ini menceritakan tentang konflik antara raja-raja yang terjadi di pesisir Minangkabau pada abad ke-17 yang melibatkan kompeni Belanda dan Aceh.

Sebuah sejarah yang diangkat ke dalam sebuah novel akan lebih mudah dipahami dan mudah diingat oleh para pembaca daripada sejarah yang dituliskan dalam sebuah buku sejarah. Sejarah lebih dapat dimaknai jika dituliskan dalam bentuk novel, karena novel merupakan sebuah karya sastra yang dibuat untuk menyentuh nurani manusia. Dengan begitu, segala rasa dapat dibangun menggunakan kisah-kisah yang dituliskan dalam sebuah novel, salah satunya adalah rasa Nasionalisme.


1. Teks merupakan kumpulan kata-kata yang diciptakan oleh individu dengan tujuan memperluas pengetahuan pembaca. Teks sangat dekat dengan kehidupan kita, karena teks dibuat berdasarkan budaya, peristiwa, dan pengalaman penulis baik yang ia alami sendiri maupun yang dialami orang lain. Teks dapat juga diartikan sebagai penggambaran dari kehidupan sosial yang dituliskan ke dalam bentuk kata-kata. Teks yang sering kita pakai atau temui biasanya telah berwujud produk, seperti sebuah buku, film, percakapan telepon, surat kabar, dan lain sebagainya. Sehingga, sebenarnya kita berada di lingkungan teks dengan wujud dan bentuk yang berbeda-beda.
Berikut sedikit gambaran betapa dekatnya kita dengan teks:
            Saat kita akan membuat kue, kita akan melihat buku resep. Dengan buku resep tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana cara membuat kue yang akan kita buat. Meskipun kita belum pernah membuat kue tersebut. Resep merupan salah satu jenis teks, yakni Instruction Text.

2.  Berikut merupakan jenis-jenis teks dibuat melalui beberapa proses sosial, yakni:
a. Describe (menggambarkan).
Melalui proses penggambarkan sesuatu secara apa adanya atau objektif. Proses ini bertujuan agar pembaca mengetahui apa yang dimaksud penulis, serta pembaca dapat seolah-olah melihat sendiri apa yang penulis jabarkan dalam tulisannya. Proses ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pribadi, menggambarkan fakta yang ada, melaporkan informasi, laporan ilmiah, dan pengertian atau definisi.
b. Explain (menerangkan).
            Dengan proses penjelaskan suatu fenomena atau kejadian-kejadian yang bersifat duniawi atau hubungan suatu peristiwa yang terjadi. Proses ini biasanya digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu terjadi, mengapa suatu peristiwa terjadi, menguraikan suatu kejadian, penjelasan suatu peristiwa, cerita suatu kejadian, dan penjelasan karangan.
c. Instruct (memerintah)
            Dengan proses menerangkan bagaimana urutan tindakan atau kelakuan yang harus dilakukan untuk mengerjakan sesuatu. Proses ini biasanya digunakan dalam membuat tata cara, perintah, buku panduan, resep, dan petunjuk.
d. Argue (menganjurkan)
            Dengan proses menjabarkan saran atau pendapat kita untuk mempengaruhi pembaca atau pendengar agar dapat menerima apa yang kita usulkan. Proses ini biasanya digunakan dalam karangan esai, pameran, perundingan, penafsiran, dan penilaian.
e. Narrate (menceritakan)
            Melalui proses menceritakan urutan kejadian pada suatu waktu dan tempat tertentu. Proses ini biasanya digunakan dalam pembuatan menceritakan perjalanan hidup seseorang, sejarah, sebuah kisah, dongeng, mitos, fable, dan cerita.
Dari proses dan produk yang dihasilkan, akan membentuk Multi Generic Products. Multi Generic Products dapat berupa penelitian ilmiah, ulasan, cerita perjalanan, komentar, wawancara, surat, berita, artikel, dan halaman web. Untuk memperjelas penjabaran di atas, perhatikan ilustrasi berikut:
            Sebuah penelitian menggunakan proses Describe untuk menjabarkan objek yang akan diteliti. Dalam penelitian ilmiah juga terdapat proses  Argue dalam penyusunan hipotesis. Selain itu, proses Instruct terdapat pada langkah kerja sebuah penelitian ilmiah. Jadi, penelitian ilmiah menggunakan beberapa proses dalam pembuatannya. Hal ini lah yang disebut Multi Generic Product.

3. Literary Texts merupakan sebuah teks yang di buat berdasarkan kenyataan, namun telah diubah menjadi sebuah karangan imajinatif. Jadi, yang diceritakan dalam teks ini merupakan sebuah karangan penulis. Sehingga, cerita yang ada dalam teks ini tidak dapat dianggap sebagai fakta atau benar-benar terjadi dalam kehidupan, karena teks ini dibuat dengan tujuan menghibur serta sebagai pelajaran hidup. Contoh teks ini, seperti novel, cerpen, puisi, dongeng, dan lain sebagainya.
Sedangkan Factual Texts merupakan sebuah teks yang dibuat berdasarkan kenyataan yang ada dan ditulis secara apa adanya (objektif). Sehingga, informasi yang terdapat dalam teks ini dapat kita percayai. Contoh teks ini adalah teks berita.
Media Texts merupakan teks yang digunakan dengan tujuan untuk ditampillkan ke dalam media sehingga dapat dinikmati pembaca atau penonton. Media Texts dapat ditamplkan melalui televise kabel, video, dan film. Factual texts dan Literary Texts yang dapat ditampilkan mrupakan bagian dari Media Text. Contoh: naskah drama yang dipentaskan.


4. Narrative Text  merupakan teks yang sangat popular. Teks ini dibuat secara alami oleh penulis. Dalam teks ini tidak ada kerangka yang pasti. Tidak ada aturan yang tegas dalam pembuatan teks ini. Semua kerangan bebas diolah oleh penulis. Kata-kata yang digunakan pun sesuai keinginan penulis untuk dapat menggambarkan suasana yang dapat dirasakan pembaca. Dalam teks ini, semua jenis teks dapat dimasukkan ke dalamnya, namun ciri Narrative Text  tetap lebih dominan. Hal ini yang membuat Knapp dan Watkins menyebut Narrative Text sebagai Macro Genre. Oleh sebab itu, Narrative Text sangat rumit dan perlu mengetahui teks-teks jenis lain. Hal ini yang menyebabkan Knapp dan Watkins menuliskan teks ini pada bagian paling akhir dalam bukunya “Genre, TEXT, grammar”. 
Copyright 2009 Pokem's Blog. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates